Bandung – Koran Perangi Korupsi
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya perbaikan dan pemutakhiran data warga miskin oleh pemerintah daerah, menyusul kasus seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidup dan diduga dipicu oleh tekanan ekonomi serta keterbatasan biaya pendidikan.
Saat berkunjung ke Kota Bandung, Jumat, Wamensos menegaskan bahwa pendataan yang akurat, mutakhir, dan dilakukan secara proaktif oleh pemerintah daerah menjadi kunci utama agar bantuan sosial dari pemerintah pusat dapat disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya meminta kepada pemerintah daerah, khususnya dinas sosial, untuk proaktif melakukan pendataan terhadap saudara-saudara kita yang kurang mampu, supaya pemerintah bisa mengintervensi dengan bantuan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, validitas data perlindungan sosial yang bersumber dari pemerintah kabupaten dan kota sangat menentukan efektivitas berbagai program bantuan yang dijalankan pemerintah pusat. Ketidakakuratan data berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan persoalan sosial di lapangan.
“Karena data berasal dari pemkab dan pemkot. Jika datanya tidak akurat, negara bisa terlambat hadir dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” tegasnya.
Terkait kondisi di NTT, Agus menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan langkah strategis melalui Program Sekolah Rakyat guna menjawab persoalan keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Khusus untuk NTT, di sinilah Pak Presiden memerintahkan atau menggagas Program Sekolah Rakyat dalam rangka menjawab masalah-masalah seperti ini,” katanya.
Menurut Agus, Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tetap memperoleh akses pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi anak yang terpaksa putus sekolah atau mengalami tekanan psikologis akibat keterbatasan ekonomi.
Ia menilai, kasus serupa seharusnya dapat dicegah sejak dini apabila program tersebut mampu menjangkau seluruh siswa dari keluarga tidak mampu di berbagai daerah.
“Kalau Sekolah Rakyat bisa menjangkau seluruh siswa dari keluarga kurang mampu, saya pikir tidak akan terjadi masalah-masalah seperti ini,” pungkasnya. (Red)