Sambas, Kalbar – Koran Perangi Korupsi
Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., mewakili Bupati Sambas, menghadiri Majlis Malam Waris Sarawak 2026 yang digelar di Penview Convention Centre (PCC) Demak, Kuching, Malaysia, Sabtu (7/2/2026).
Kehadiran Wakil Bupati Sambas dalam agenda budaya lintas negara tersebut menjadi simbol penguatan hubungan persaudaraan serumpun Melayu Sarawak–Sambas, sekaligus memiliki makna strategis dari sisi kultural dan diplomatik. Kegiatan ini dinilai penting dalam mempererat kerja sama kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia serta memperkuat diplomasi budaya dan citra positif Kabupaten Sambas di mata internasional, khususnya di Malaysia.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sambas hadir bersama sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas Anwari, S.Sos., M.AP., Kepala BPBD Kabupaten Sambas Alwindo Djuhardi, S.T., Jumadi Muhammad Sajili dari Pengurus Majelis Ulama Indonesia, serta tamu undangan lainnya.
Malam Waris Sarawak 2026 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Warisan Anak Sarawak (WARIS). Tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan satu dekade berdirinya WARIS, yang menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi dalam melestarikan, memelihara, dan memartabatkan warisan budaya Sarawak.
Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis sebagai jembatan diplomasi dalam memperkuat hubungan masyarakat serumpun di kawasan perbatasan. Menurutnya, kegiatan budaya lintas negara seperti ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang penting untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Malam Waris Sarawak ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya serta semangat saling menghormati antara komunitas Melayu di kedua sisi perbatasan, yakni Kuching (Malaysia) dan Sambas (Indonesia),” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum pertemuan budaya tersebut harus dimanfaatkan sebagai fondasi penguatan kolaborasi lintas negara, khususnya dalam pengembangan kawasan perbatasan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Kami berharap hubungan harmonis antara Kuching dan Sambas dapat terus terjalin, serta dikembangkan melalui kerja sama yang saling menguntungkan demi kemajuan bersama,” pungkasnya. (Doel/Tim)