Aceh Singkil – Koran Perangi Korupsi
Polemik mencuat di Kabupaten Aceh Singkil setelah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat diduga menuding pemberitaan sejumlah wartawan sebagai berita hoaks dan mengada-ada.
Polemik ini bermula dari beredarnya pemberitaan terkait aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam SOMPAS di Gedung DPRK Aceh Singkil, Senin (9/2/2026). Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan orasi yang mendesak DPRK Aceh Singkil menggunakan hak interpelasi serta mengajukan sembilan tuntutan kepada pemerintah daerah.
Dalam orasinya, mahasiswa juga menilai kepemimpinan Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, selama satu tahun menjabat belum menunjukkan hasil yang signifikan. Bahkan, mahasiswa menyebut Bupati Oyon gagal menjalankan peran sebagai kepala daerah.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa tuntutan yang mereka sampaikan merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.
Namun, setelah aksi tersebut diberitakan oleh sejumlah media, Diskominfo Aceh Singkil mengeluarkan pernyataan yang menyebut pemberitaan tersebut sebagai hoaks, mengada-ada, dan dinilai melibatkan masyarakat Aceh Singkil secara tidak tepat.
Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik di tengah masyarakat dan menuai reaksi keras dari insan pers di Aceh Singkil. Sejumlah wartawan menegaskan bahwa pemberitaan yang mereka sajikan murni berdasarkan fakta di lapangan.
Para wartawan mengaku memiliki dokumentasi berupa rekaman video yang secara jelas memuat isi orasi mahasiswa saat unjuk rasa berlangsung di Gedung DPRK Aceh Singkil.
“Wartawan hanya merekam dan menulis apa yang disampaikan para pendemo dalam orasi. Itu yang kemudian kami kemas menjadi berita. Jadi tidak benar jika disebut mengada-ada,” ujar salah seorang wartawan Aceh Singkil.
Mereka menilai pernyataan Diskominfo Aceh Singkil tersebut diduga telah melukai dan merendahkan profesi pers, karena tudingan hoaks dianggap tidak berdasar dan berpotensi mencederai kebebasan pers.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Diskominfo Aceh Singkil belum memberikan klarifikasi lanjutan terkait maksud dan dasar pernyataan yang menyebut pemberitaan wartawan sebagai hoaks. (SM/Red)