Sekda Sambas Dorong Politik Beretika, PKK dan Organisasi Perempuan Jadi Ujung Tombak Edukasi Keluarga

Sambas, Kalbar — Koran Perangi Korupsi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas, Dr. H. Rachmad Robbi, S.E., M.E., membuka Sosialisasi Etika dan Budaya Politik bagi Pemilih Pemula dan Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sambas Tahun 2026 di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Sambas itu diikuti kader PKK, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sambas.

Turut hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Sambas, Kepala Kesbangpolinmas, Ketua GOW, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sambas, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam arahannya, Sekda Rachmad Robbi menegaskan bahwa pendidikan politik tidak sekadar membahas proses pemilihan, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter masyarakat agar mampu berpolitik secara jujur, amanah, bertanggung jawab, dan beretika.

“Politik itu bukan cuma alat kekuasaan semata, tetapi bagaimana membentuk karakter kita menjadi orang yang jujur, amanah, bertanggung jawab, belajar bermusyawarah, dan beretika,” ujarnya.

Ia menilai pendidikan politik sangat penting diberikan kepada pemilih pemula agar generasi muda mampu menggunakan hak politik secara cerdas dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter seseorang, termasuk dalam belajar menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, bermusyawarah, dan mengambil keputusan secara bijaksana.

Karena itu, Sekda menilai PKK, BKMT, dan GOW memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi politik di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Sangatlah berkorelasi PKK, BKMT, dan GOW menjadi ujung tombak dalam mengedukasi politik kepada keluarga. Membuat keluarga sebagai rumah pertama untuk kita berpolitik,” tegasnya.

Sekda berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diteruskan melalui edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta membangun budaya politik yang mengedepankan kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan pilihan.

Dengan pendidikan politik yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjadi pemilih yang kritis dan cerdas, sekaligus tetap menjaga persatuan serta kerukunan.

“Kita ingin pendidikan politik dimulai dari keluarga. Dari keluarga yang kuat, kita berharap lahir masyarakat yang cerdas dalam berdemokrasi,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sambas memperkuat kualitas demokrasi sekaligus membangun generasi pemilih yang memahami hak politik, memiliki etika, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.(Doel/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *