SAMBAS, KALBAR – KORAN PERANGI KORUPSI
Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., membuka kegiatan Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) di Kampus Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemetaan potensi dan kompetensi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas.
Bupati Satono menegaskan, pemetaan kompetensi diperlukan untuk meningkatkan kualitas aparatur agar mampu menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.

“Tantangan pemerintahan saat ini makin kompleks. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama. ASN dituntut untuk adaptif, kompeten, profesional, dan responsif terhadap setiap perubahan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ProASN mencakup enam aspek penilaian, yaitu kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, potensi intelektual, kompetensi interpersonal, literasi digital, dan preferensi karier.
Keenam aspek tersebut digunakan untuk memetakan kemampuan, potensi, serta arah pengembangan karier ASN sesuai kebutuhan organisasi.
“Ini bukan sekadar tes, tapi cermin bagi setiap ASN untuk mengetahui di mana posisi mereka dan ke mana arah pengembangan yang tepat,” tambah Satono.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Dr. H. Rachmad Robbi, S.E., M.E., serta seluruh kepala perangkat daerah. Materi sosialisasi disampaikan oleh Kepala Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang menjelaskan standar kompetensi ASN di tingkat nasional.
Sekda Sambas, Rachmad Robbi, mengapresiasi pelaksanaan ProASN sebagai langkah awal untuk menyusun program pengembangan aparatur yang tepat sasaran.
“Pemetaan kompetensi adalah langkah awal yang krusial. Setelah kita tahu peta kompetensi ASN kita, barulah kita bisa merancang program pengembangan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Puluhan ASN dari berbagai perangkat daerah mengikuti kegiatan tersebut di laboratorium komputer Poltesa.
Pemkab Sambas berharap hasil pemetaan kompetensi ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengembangan kapasitas dan karier ASN, termasuk penempatan pegawai sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Bupati Satono menegaskan bahwa aparatur yang kompeten merupakan modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menghadapi perubahan zaman.
“ASN yang kompeten adalah aset terbesar daerah. Mari kita buktikan bahwa Kabupaten Sambas memiliki aparatur yang siap menghadapi tantangan zaman,” tutupnya. (Doel/Tim)