Belitung Timur – Koran Perangi Korupsi
Biaya kebutuhan air di Puskesmas Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, disebut mencapai sekitar Rp4.500.000 per bulan. Besarnya anggaran tersebut menjadi perhatian dan dinilai perlu mendapat pengecekan lebih lanjut dari pihak terkait.
Saat dikonfirmasi pada Senin (30/3/2026), Kepala Puskesmas Gantung, Aulia, menjelaskan bahwa sejak 2019 kebutuhan air di puskesmas dipenuhi dengan cara membeli dari pihak penyedia dengan biaya sekitar Rp150 ribu untuk 4 ton per hari.

Menurutnya, puskesmas tersebut belum memiliki sumber air sendiri, baik berupa sumur bor maupun sumur gorong-gorong. Meski terdapat sumur, kondisi air tidak layak digunakan karena berwarna kemerahan.
“Sejak 2019 kebutuhan air puskesmas kami dipenuhi dengan membeli. Kami belum memiliki sumur bor maupun sumur gorong-gorong. Sumur yang ada tidak bisa digunakan karena airnya berwarna kemerahan,” ujar Aulia.
Ia juga menyebut pihak puskesmas pernah mengajukan pemasangan jaringan PDAM, namun aliran air disebut tidak mampu menjangkau lokasi puskesmas.
Biaya pembayaran kebutuhan air tersebut diketahui menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Atas besarnya biaya yang dikeluarkan, sejumlah pihak menilai perlu dilakukan pengecekan langsung terhadap kapasitas penampungan pada dua tabung air yang digunakan, termasuk memastikan kesesuaian volume pasokan yang disebut mencapai 4 ton per hari.
Langkah verifikasi dari instansi terkait dinilai penting agar penggunaan anggaran benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan serta tetap menjunjung prinsip transparansi pengelolaan dana layanan kesehatan. (YR)