Sambas, Kalbar – Koran Perangi Korupsi
Ketua DPRD Kabupaten Sambas, H. Abu Bakar, S.Pd.I, mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas bersama Parmusi Kalimantan Barat atas suksesnya pelaksanaan Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang berlangsung pada 7–9 April 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus, di Aula Utama Kantor Bupati Sambas. H. Abu Bakar berharap kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat serta mendorong kemajuan Kabupaten Sambas, baik saat ini maupun di masa mendatang, Jumat (10/4/2026).
Sebagai legislator dari Partai Gerindra, H. Abu Bakar menilai seminar internasional tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan yang memiliki posisi penting sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, kegiatan ini juga memperkuat peran para da’i dalam mendukung ketahanan pangan dan ketahanan nasional, khususnya di kawasan perbatasan.
“Seminar Internasional dan Upgrading Da’i ini menjadi langkah strategis bagi Kabupaten Sambas dalam memperkuat peran sebagai garda terdepan wilayah perbatasan, terutama melalui kontribusi para da’i antarnegara,” ujarnya.
Kehadiran peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam menjadi bukti bahwa Kabupaten Sambas memiliki daya tarik tersendiri dalam membangun jejaring dakwah lintas negara.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bernilai keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi internasional yang positif bagi daerah, terutama dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, serta penguatan ketahanan pangan dan nasional.
“Ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang kolaborasi internasional yang sangat positif bagi daerah kita, terutama dalam hal ketahanan pangan dan ketahanan nasional melalui peran para da’i, baik di negara tetangga maupun di dalam negeri,” katanya.
Selain itu, H. Abu Bakar juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Sambas sebagai salah satu wilayah perbatasan. Hal tersebut, menurutnya, tercermin dari perhatian yang disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan melalui berbagai program strategis.
Ia menilai peran para da’i sangat relevan dalam mendukung program tersebut, khususnya dalam membangun kesadaran, kemandirian, dan pemberdayaan masyarakat.
“Para da’i saat ini diharapkan tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga menjadi corong perubahan sosial yang mampu menggerakkan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, hingga ketahanan pangan,” ungkapnya.
Ia berharap seminar internasional dan upgrading da’i ini memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, serta melahirkan sinergi antara da’i, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sambas agar semakin maju dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Doel)